Koordinatnya Terletak
di 14° dan 18° LU; 22° dan 26° BB Ibu
kotanya Praia, di pulau Santiago.
Ciri khas geografis:
- Negara kepulauan yang terdiri dari 10 pulau utama vulkanik
+ beberapa pulau kecil.
- Terbagi jadi 2 gugus
terdiri dari:
- Barlavento atau Kepulauan Angin Atas: Santo Antão, São Vicente, Sal, Boa Vista, dll
- Sotavento atau Kepulauan Angin Bawah: Santiago, Fogo, Maio, Brava
- Tanjung Verde Termasuk wilayah ekologi Makaronesia.
- Luas total negara ini sekitar 4.033 km² .
Jadi perkiraan letaknya ada di tengah Atlantik, agak ke barat dari
Senegal. Karena posisinya itulah dulu negara ini menjadi jalur perdagangan penting.
Tanjung Verde itu unik banget. Negara kecil tapi budayanya kaya, yaitu perpaduan Afrika dan Portugis. Tanjung Verde adalah negara bekas jajahan Portugal selama 500 tahun. Jadi bahasanya resmi Portugis, tapi sehari-hari orang berbicara bahasa Kriolu atau Creole Tanjung Verde. Musik, makanan, dan arsitekturnya juga campuran dua budaya itu.
Musik dan Tarian yang paling terkenal adalah Morna dan Coladeira. Morna itu musiknya melankolis, kayak fado versi Afrika. Penyanyi paling mendunia dari sini adalah Cesária Évora yang dijuluki "Ratu Morna".
Di negara ini penduduknya ramah dan santai sehingga dijuluki "Negara tanpa stres", karena hidupnya slow living, orangnya ramah ke turis.
Ada Festival Baía das Gatas di São Vicente dan Karnaval Mindelo yang mirip Karnaval Rio tapi versi lebih kecil.
Pulau Santiago sebagai pulau utama terdapat kota Praia yang merupakan ibu kota Tanjung Verde dan kota tua Cidade Velha yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Ini tempat pertama orang Portugis mendarat di Afrika.
Ada juga Pulau Fogo, di sini terdapat gunung berapi aktif Pico do Fogo. Bisa hiking sekaligus lihat kebun anggur yang tumbuh di tanah vulkanik. Anggurnya khas Tanjung Verde.
Pulau Santo Antão merupakan pulau paling hijau dan memiliki pegunungan. Cocok buat trekking. Pemandangannya lembah dan terasering seperti di Bali.
Pulau São Vicente - Mindelo merupakan Pusat budayanya
Tanjung Verde. Di sini terdapat pelabuhan warna-warni, bar musik live, dan galeri seni.
Mata uangnya Escudo Tanjung Verde. 1 EUR ≈ 110 CVE. Zona waktu: UTC-1, jadi 8 jam lebih lambat dari Jakarta.
Ada 2 tipe trip ke Tanjung Verde yaitu:
- Aktivitas fisik bisa ke Pantai Santa Maria, berenang bersama penyu,
kitesurfing, sunset di gurun pasir
- Resort, musik live, seafood bakar + grogue (minuman lokal dari tebu). Durasi ideal bisa 4-5 hari.
2. Trip Budaya + Petualangan :
Cocok bagi yang suka eksplor
- Base: Pulau Santiago + São Vicente + Santo Antão
- Aktivitas Jalan di Cidade Velha UNESCO, nonton musik
Morna di Mindelo, trekking lembah di Santo Antão
- Vibes: Kota warna-warni, pasar lokal, ngobrol sama
penduduk pakai bahasa Kriolu
- Durasi ideal sekitar 7-10 hari.
Info penting kalau mau ke sana dari Indonesia:
1. Visa: WNI butuh visa. Bisa apply di Kedubes Portugal
karena Tanjung Verde diwakili Portugal
2. Penerbangan: Belum ada direct. Rute umum: Jakarta →
Doha/Lisbon → Praia/Sal. Total 20-24 jam
3. Waktu terbaik: Nov - Jun. Cuaca cerah, angin pas buat
olahraga air.
4. Bahasa: Portugis resmi, tapi anak muda banyak yg ngerti
Inggris dasar.
Tanjung Verde itu rasanya seperti "Cape Town + Karibia +
Portugal" digabung, tapi jauh lebih sepi dan otentik.
- Tiket PP: Rp 20-28
juta
- Hotel + makan +
transport antar pulau: Rp 12-18 juta untuk 10 hari
- Total: Rp 32-46
juta. Lumayan mahal, tapi ini pengalaman langka dan berkesan.
Tips penting:
1. Transportasi antar pulau pakai
pesawat Binter atau ferry. Pesan jauh hari agar lebih murah.
2. Bahasa: Download
Google Translate offline Portugis + Kriolu
3. Uang: Bawa EUR,
tukar ke Escudo di sana. Kartu kredit jarang diterima di luar Sal
4. Keamanan: sangat aman tapi tetap jaga barang di pasar.
Gimana? Kebayang kan rasanya 3 hari rebahan di pantai, 3 hari denger musik, 3 hari hiking...
wow mantap ..!
Sumber:
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Tanjung_Hijau
2. https://blog.idaoffice.org/id/posts/10-fakta-menarik-tentang-tanjung-verde/
3. https://id.db-city.com/Tanjung-Verde

Komentar
Posting Komentar
Silahkan komentar