Fakta Unik tentang negara Tanjung Verde

Masih ingat piala dunia 2026 kemarin? Negara Tanjung Verde sempat menjadi "kuda hitam" yang sangat diperhitungkan. Timnas negara ini menempati posisi kedua (Runner up) di grup H. Sempat imbang melawan Spanyol, arab Saudi dan Uruguay. Sehingga lolos ke babak 32 besar dengan Raihan 3 poin.

Banyak orang penasaran seperti apa sih negara Tanjung Verde ini?

Tanjung Verde atau Cabo Verde adalah negara kepulauan di Samudra Atlantik. Letak geografisnya berada di Benua Afrika tepatnya di Afrika Barat. Jaraknya Kurang lebih 570 kilometer dari lepas pantai Afrika Barat dekat Mauritania dan Senegal.

Koordinatnya Terletak di 14° dan 18° LU; 22° dan 26° BB Ibu kotanya Praia, di pulau Santiago.

Ciri khas geografis:

- Negara kepulauan yang terdiri dari 10 pulau utama vulkanik + beberapa pulau kecil.

- Terbagi jadi 2 gugus terdiri dari:

- Barlavento atau Kepulauan Angin Atas: Santo Antão, São Vicente, Sal, Boa Vista, dll

- Sotavento atau Kepulauan Angin Bawah: Santiago, Fogo, Maio, Brava

- Tanjung Verde Termasuk wilayah ekologi Makaronesia.

- Luas total negara ini sekitar 4.033 km² .

Jadi perkiraan letaknya ada di tengah Atlantik, agak ke barat dari Senegal. Karena posisinya itulah dulu negara ini menjadi jalur perdagangan penting.

Tanjung Verde  itu unik banget. Negara kecil tapi budayanya kaya, yaitu perpaduan Afrika dan Portugis. Tanjung Verde adalah negara bekas jajahan Portugal selama 500 tahun. Jadi bahasanya resmi Portugis, tapi sehari-hari orang berbicara bahasa Kriolu atau Creole Tanjung Verde. Musik, makanan, dan arsitekturnya juga campuran dua budaya itu.

Musik dan Tarian yang paling terkenal adalah Morna dan Coladeira. Morna itu musiknya melankolis, kayak fado versi Afrika. Penyanyi paling mendunia dari sini adalah Cesária Évora yang dijuluki "Ratu Morna".

Di negara ini penduduknya ramah dan  santai sehingga dijuluki "Negara tanpa stres", karena hidupnya slow living, orangnya ramah ke turis.

Ada Festival Baía das Gatas di São Vicente dan Karnaval Mindelo yang mirip Karnaval Rio tapi versi lebih kecil.

 Tempat Wisata Terbaik adalah Pulau Sal dan Boa Vista. Tempat ini adalah Surga pantai pasir putih dan laut biru toska. Spot utama buat diving, kitesurfing, dan lihat penyu. Hotel resort banyak di sini.

Pulau Santiago sebagai pulau utama terdapat kota Praia yang merupakan ibu kota Tanjung Verde dan kota tua Cidade Velha yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Ini tempat pertama orang Portugis mendarat di Afrika.

Ada juga Pulau Fogo, di sini terdapat gunung berapi aktif Pico do Fogo. Bisa hiking sekaligus lihat kebun anggur yang tumbuh di tanah vulkanik. Anggurnya khas Tanjung Verde.

Pulau Santo Antão merupakan pulau paling hijau dan memiliki pegunungan. Cocok buat trekking. Pemandangannya lembah dan terasering seperti di Bali.

Pulau São Vicente - Mindelo merupakan Pusat budayanya Tanjung Verde. Di sini terdapat pelabuhan warna-warni, bar musik live, dan galeri seni. Tanjung Verde tidak  ada sungai permanen karena iklimnya semi-kering

Mata uangnya Escudo Tanjung Verde. 1 EUR ≈ 110 CVE. Zona waktu: UTC-1, jadi 8 jam lebih lambat dari Jakarta.

 Bagi anda yang suka pantai sepi + musik + budaya, Tanjung Verde adalah pilihan terbaik. Tapi penerbangannya masih harus transit dulu lewat Portugal atau Senegal.

Ada 2 tipe trip ke Tanjung Verde yaitu: 

 1. Trip Pantai + Santai cocok untuk healing bisa dicoba Pulau Sal atau Boa Vista.

-  Aktivitas fisik bisa ke Pantai Santa Maria, berenang bersama penyu, kitesurfing, sunset di gurun pasir

- Resort, musik live, seafood bakar + grogue (minuman lokal dari tebu). Durasi ideal bisa 4-5 hari.

 

2. Trip Budaya + Petualangan :

Cocok bagi yang suka eksplor

- Base: Pulau Santiago + São Vicente + Santo Antão

- Aktivitas Jalan di Cidade Velha UNESCO, nonton musik Morna di Mindelo, trekking lembah di Santo Antão

- Vibes: Kota warna-warni, pasar lokal, ngobrol sama penduduk pakai bahasa Kriolu

- Durasi ideal sekitar 7-10 hari.


Info penting kalau mau ke sana dari Indonesia:

1. Visa: WNI butuh visa. Bisa apply di Kedubes Portugal karena Tanjung Verde diwakili Portugal

2. Penerbangan: Belum ada direct. Rute umum: Jakarta → Doha/Lisbon → Praia/Sal. Total 20-24 jam

3. Waktu terbaik: Nov - Jun. Cuaca cerah, angin pas buat olahraga air.

4. Bahasa: Portugis resmi, tapi anak muda banyak yg ngerti Inggris dasar.

 

Tanjung Verde itu rasanya seperti "Cape Town + Karibia + Portugal" digabung, tapi jauh lebih sepi dan otentik.

 Budget kasar dari Jakarta :

- Tiket PP: Rp 20-28 juta

- Hotel + makan + transport antar pulau: Rp 12-18 juta untuk 10 hari

- Total: Rp 32-46 juta. Lumayan mahal, tapi ini pengalaman langka dan berkesan.

 

Tips penting:

1. Transportasi antar pulau pakai pesawat Binter atau ferry. Pesan jauh hari agar lebih murah.

2. Bahasa: Download Google Translate offline Portugis + Kriolu

3. Uang: Bawa EUR, tukar ke Escudo di sana. Kartu kredit jarang diterima di luar Sal

4. Keamanan: sangat aman tapi tetap jaga barang di pasar.

 

Gimana? Kebayang kan rasanya 3 hari rebahan di pantai, 3 hari denger musik, 3 hari hiking... 

wow mantap ..!


Sumber:

1. https://id.wikipedia.org/wiki/Tanjung_Hijau

2. https://blog.idaoffice.org/id/posts/10-fakta-menarik-tentang-tanjung-verde/

3. https://id.db-city.com/Tanjung-Verde

 

Komentar