Pergerakan harga yang ekstrem ini terjadi akibat manipulasi oleh pihak tertentu, sering disebut "bandar," dengan tujuan mendapatkan keuntungan cepat. Manipulasi ini menciptakan euforia di kalangan investor ritel, yang rentan terjebak dan berpotensi mengalami kerugian besar.
Secara sederhana, harga saham gorengan didorong oleh spekulasi dan bukan oleh kinerja nyata perusahaan.
Ciri-ciri Utama Saham Gorengan:
- Fundamental Lemah: Kinerja keuangan perusahaan buruk, merugi, memiliki utang besar, atau prospek bisnis yang tidak jelas.
- Kenaikan Harga Tidak Wajar: Harga saham dapat naik tajam (bahkan ratusan persen) dalam waktu singkat, tetapi tidak sejalan dengan berita positif atau laporan keuangan perusahaan.
- Volatilitas Tinggi: Pergerakan harga sangat fluktuatif, bisa naik drastis lalu turun tajam (Auto Reject Bawah/ARB) dalam waktu singkat.
- Kapitalisasi Pasar Kecil (Small Cap): Saham ini umumnya berasal dari perusahaan dengan nilai pasar yang relatif kecil, sehingga lebih mudah dimanipulasi oleh bandar karena tidak membutuhkan modal yang terlalu besar.
- Volume Transaksi Tidak Wajar: Volume dan nilai transaksi harian tiba-tiba melonjak tinggi, bahkan menyamai saham unggulan (blue chip), yang mengindikasikan adanya aktivitas beli atau jual yang masif dan tidak normal.
- Masuk Daftar UMA: Sering masuk dalam daftar Unusual Market Activity (UMA) yang dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai peringatan kepada investor karena pergerakan harga yang di luar kebiasaan.
- Antrean Bid dan Offer Tipis: Antrean beli (bid) dan jual (offer) tidak merata dan tipis, memudahkan bandar untuk menggerakkan harga.
Risiko Investasi Saham Gorengan:
Risiko terbesar dari saham gorengan adalah potensi kerugian yang sangat besar. Begitu bandar melakukan aksi jual (merealisasikan keuntungan), harga saham biasanya akan anjlok tajam (terjun bebas), meninggalkan investor ritel yang telat keluar dengan kerugian yang substansial. Selain itu, ada risiko likuiditas dan kemungkinan saham dihentikan perdagangannya (suspensi) oleh bursa karena aktivitas yang tidak wajar.
Investor pemula sangat disarankan untuk menghindari saham jenis ini dan lebih fokus pada saham dengan fundamental yang kuat.

Komentar
Posting Komentar