05 Mei 2016

Mahasiswa Bunuh Dosen

Ini lagi kelakuan buruk mahasiswa terhadap dosennya yang tidak pantas untuk ditiru. Di Medan seorang mahasiswa tega membunuh dosen hanya karena sering dimarahi oleh dosen tersebut. Kepolisian Resort Kota Medan terus melakukan penyelidikan terkait kasus pembunuhan sadis terhadap Nurain Lubis, dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

Kapolresta Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, dari hasil visum di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut, ditemukan sekitar 10 luka tusukan di leher Nurain Lubis, dosen FKIP UMSU tersebut. Selain terdapat 10 tusukan, terdapat juga tiga luka sayatan di lengan kiri korban. Ada juga ditemukan luka di jari telunjuk kiri dan kelingking kiri. Dari hasil visum, korban diduga mencoba melawan dengan cara menangkis senjata tajam yang dihujamkan pelaku Roymardo Sah Siregar. Hal itu terlihat dari adanya luka di dahi korban. Jadi korban sempat melawan karena hasil visum menunjukkan adanya luka di dahi korban.

Pembunuhan sadis yang menimpa dosen Universitas Muhammadyah Sumatera Utara (UMSU), Nur'ain Lubis (63) yang terjadi pada Senin (2/5/2016) itu ternyata dilatarbelakangi dendam.  Menurut Kapolresta Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan tersangka dendam atau sakit hati kepada korban yang sering memarahinya.Tersangka memiliki dendam terhadap korban yang sudah terjadi sekitar satu bulanan. Tersangka merasa sakit hati karena korban selalu memarahi tersangka ketika tersangka tidak memperhatikan korban saat mengajar.

Tak hanya itu, sakit hati tersangka terhadap korban semakin menjadi ketika korban juga sering mengancam akan memberikan nilai jelek kepada tersangka karena dinilai tidak serius mengikuti mata kuliah yang diajarkan korban. Korban juga selalu memarahi tersangka dan juga menyuruh tersangka keluar dari ruangan kuliah apabila tersangka tidak membawa buku dan mengenakan kemeja.

Ia menjelaskan, karena dendam yang sudah dipendam tersangka, pada Senin (2/5/2016) sekitar pukul 08.00 WIB tersangka terbangun dari tidurnya di tempat tinggalnya yang terletak di Jalan Tuasan Medan, dan saat itu tersangka terpikir untuk membunuh korban.

Roymardo lalu mengambil pisau gagang hijau, sarung dan martil yang disimpan di jok sepeda motornya sekitar pukul 11.00 WIB. Ia kemudian mengikuti perkuliahan seperti biasa di lantai 4 Gedung FKIP UMSU Medan. Seusai kuliah sekitar pukul 14.15 WIB, tersangka menuju parkiran sepeda motor dan mengambil senjata yang sudah dibawa dari rumah dan menyimpannya di dalam saku celananya. 


Sumber : Liputan 6

28 April 2016

Jadwal Siaran Langsung LIga Eropa Malam Ini


VIVA.co.id – Persaingan sengit di kompetisi Eropa kembali akan berlangsung, Jumat, dini hari nanti. Setelah disuguhkan dua laga seru di semifinal Liga Champions, kali ini Anda bisa menyaksikan pertandingan sengit di semifinal Liga Europa.
Ambisi Liverpool untuk merebut gelar Liga Europa musim ini mendapat ujian dari kuda hitam dari Spanyol, Villarreal. Untuk leg 1 ini, The Reds bakal terlebih dahulu melawat ke markas Villarreal, El Madrigal.
Melihat materi tim dan tradisi, Liverpool lebih diunggulkan di laga ini. Namun, The Yellow Submarine juga berpotensi menciptakan kejutan.
Di laga lainnya, tim asal Ukraina, Shakhtar Donetsk akan menghadapi Sevilla. Laga ini akan berlangsung di L'viv Arena.
Sevilla bernafsu memenangkan laga ini dan menembus final. Los Nervionenses berpotensi merebut gelar Liga Europa untuk kali ketiga secara beruntun, atau yang kelima sepanjang sejarah klub.
Namun, Sevilla dipastikan akan mendapatkan perlawanan sengit. Shakhtar dikenal sangat tangguh jika tampil di hadapan publik sendiri.
Berikut jadwal siaran langsung Liga Europa dini hari nanti:
02.05 WIB - Villarreal vs Liverpool - RCTI, beIN Sports 1
02.05 WIB - Shakhtar Donetsk vs Sevilla - beIN Sports 2

05 Mei 2010

Ujian Nasional

Ujian Nasional biasa disingkat UN adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Depdiknas di Indonesia berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Ini petikan yang saya ambil dari Wikipedia Indonesia paragrap pertama. Pengendalian mutu katanya, apa benar demikian? Tapi kok kenyataannya malah banyak siswa yang tidak lulus dibanding tahun kemarin. Yang lebih ironi ternyata mata pelajaran yang paling banyak gagal justru Bahasa Indonesia, ada apa ini? Sepertinya kita harus meninjau ulang sistem ujian nasional ini apakah masih layak dipertahankan? Banyak siswa yang sebelumnya sudah lulus seleksi di perguruan tinggi negeri justru tidak lulus UN.
Tidak terbayangkan betapa kecewanya mereka, susah payah belajar tiga tahun hanya ditentukan dalam beberapa hari. Sebagai warga negara Indonesia tentu kita sangat mengeharapkan kedepannya bisa diperoleh sistem evaluasi belaja yang lebih baik dan bijaksana ketimbang sistem ujian nasional seperti sekarang ini.

20 Maret 2010

Perang Bintang

Dari judul aja serem banget...tapi yang jelas bukan "perang bintang" seperti dalam film fiksi tahun 80an melainkan perseteruan antar para petinggi POLRI. Awalnya memang akibat rivalitas yang nggak sehat antara para perwira tinggi Bhayangkara. Minggu kemarin mantan KABARESKRIM Komisaris Jendral Susno Duadji membeberkan adanya "Makelar Kasus" atau Markus di tubuh POLRI. Dia bilang ada satu ruangan di sebelah ruangan KAPOLRI yang biasa dipakai oleh orang diluar kepolisian untuk jual beli perkara dengan pihak kepolisian khususnya menyangkut perkara-perkara besar seperti kasus pengelapan pajak.

18 Maret 2010

Secangkir kopi dan Berita Pagi

Jum'at pagi ini lumayan cerah, bangun tidur langsung disambut semburat merah di ufuk timur, matahari yang selalu dutunggu setiap mahluk di bumi untuk memulai hari dengan segudang aktivitas. Wow..ada berita baru mengenai aktivitas narapidana teroris di dalam penjara. Siapa sangka ternyata kurungan nggak membuat mereka menghentikan begitu saja apa yang selama ini mereka perjuangkan. Temuan oleh densus 88 cukup mengejutkan, nggak nyangka bro...ternayata semua kegiatan bisa diatur dari bali jeruji besi. Lagi-lagi aparat hukum kecolongan, kok bisa napi punya banyak ponsel yang dipake untuk mengatur skenario kejahatan diluar bui? Apa aja kerja petugas LP selama ini?